Menyelami Keindahan dan Manfaat Ekowisata Mangrove Bungkutoko – Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, bukan hanya dikenal sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, tetapi juga menyimpan kekayaan alam yang luar biasa. Salah satu destinasi yang kini menjadi sorotan athena168 login adalah kawasan Mangrove Bungkutoko. Terletak di Kecamatan Abeli, kawasan ini menjadi ruang hijau pesisir yang menggabungkan fungsi ekologis, edukatif, dan rekreatif. Artikel ini akan mengulas secara komprehensif tentang Mangrove Bungkutoko—mulai dari sejarah, manfaat lingkungan, potensi wisata, hingga peran masyarakat dalam pelestariannya.
Lokasi dan Akses Menuju Mangrove Bungkutoko
Mangrove Bungkutoko berlokasi di Kelurahan Bungkutoko, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Kawasan ini dapat diakses dengan mudah dari pusat kota:
- Jarak dari Bandara Haluoleo: ±25 km
- Waktu tempuh: sekitar 40–45 menit menggunakan kendaraan pribadi
- Rute utama: Jalan Poros Bungkutoko – Jalan Kebun Raya – Jalan Pelabuhan Bungkutoko
Tersedia area parkir dan jalur pedestrian yang memudahkan pengunjung menjelajahi kawasan mangrove.
Daya Tarik Utama Mangrove Bungkutoko
1. Tracking Mangrove Sepanjang 500 Meter
Kawasan ini dilengkapi dengan jalur tracking sepanjang 500 meter yang memutar di tengah hutan bakau. Pengunjung dapat:
- Menyusuri jembatan kayu di atas lumpur mangrove
- Menikmati udara segar dan suara alam
- Mengamati berbagai jenis flora dan fauna pesisir
Tracking ini diresmikan pada 28 Januari 2016 dan menjadi ikon wisata edukasi di Kendari.
2. Keanekaragaman Hayati
Mangrove Bungkutoko menjadi habitat bagi:
- Kepiting bakau
- Udang kecil
- Ikan-ikan pesisir
- Burung air seperti bangau dan raja udang
Keberadaan biota ini menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di Bungkutoko masih aktif dan sehat.
3. Spot Fotografi Alam
Dengan latar pohon bakau yang menjulang dan jalur tracking yang artistik, kawasan ini menjadi tempat favorit untuk:
- Fotografi alam
- Dokumentasi ekowisata
- Konten media sosial bertema lingkungan
Manfaat Ekologis Mangrove Bungkutoko
Mangrove bukan hanya indah, tetapi juga memiliki fungsi ekologis yang sangat penting:
- Menahan abrasi pantai dan gelombang laut
- Menyerap karbon dan menghasilkan oksigen lebih banyak dibandingkan hutan daratan
- Menjadi benteng alami saat terjadi tsunami
- Menyaring limbah dan menjaga kualitas air pesisir
- Menjadi tempat pemijahan dan pertumbuhan biota laut
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kendari, Erlis Satya Kencana, menyebut mangrove sebagai “tumbuhan spesial yang tidak tumbuh di sembarang tempat”.
Peran Masyarakat dan Pemerintah
Penanaman mangrove di Bungkutoko dilakukan secara kolaboratif:
- Pemerintah Kota Kendari menggandeng Forkopimda, pelajar, aktivis lingkungan, dan tokoh masyarakat
- Penanaman 500 bibit mangrove dilakukan untuk memperingati Hari Mangrove Sedunia pada 26 Juli 2025
- Edukasi dilakukan agar warga tidak mencabut atau menebang mangrove, serta menyulam kembali bibit yang mati
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Aktivitas Wisata dan Edukasi
Mangrove Bungkutoko bukan hanya tempat konservasi, tetapi juga destinasi wisata dan edukasi:
- Wisata tracking mangrove untuk keluarga dan pelajar
- Kegiatan outbond dan pengamatan burung
- Edukasi lingkungan untuk sekolah dan komunitas
- Program tanam mangrove untuk relawan dan wisatawan
Kawasan ini cocok untuk wisata ramah lingkungan yang mendidik dan menyegarkan.
Fasilitas Pendukung
Meski masih dalam tahap pengembangan, beberapa fasilitas telah tersedia:
- Jalur tracking kayu sepanjang 500 meter
- Area parkir kendaraan
- Gazebo dan tempat istirahat
- Papan informasi tentang jenis mangrove dan ekosistem pesisir
- Toilet umum dan tempat bilas sederhana
Pengembangan fasilitas terus dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
